Masyarakat Melayu
Aceh Hulu Langat Kajang Selangor Minggu 19 November 2025 Masehi
bertepatan dengan 28 Jumadil Akhir 1442 Hijriah
Memperingati
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu tradisi penting yang dilaksanakan
oleh umat Islam di seluruh dunia Setiap tahun, pada tanggal 12 Rabiul Awal,
umat Islam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan
keagamaan, seperti pembacaan salawat, pengajian, dan sedekah.
Begitulah
yang dilakukan Oleh Masyarakat
Melayu Aceh di Hulu Langat Kajang dalam momen untuk memperingati sejarah kelahiran
Rasulullah SAW, meneladani akhlak serta perjuangan beliau dalam menyebarkan
risalah Islam, sejarah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk
Merangkul seluruh Masyarakat Melayu Aceh Serantau guna membangun Pertumbuhan
Ekonomi dan Kebajikan agar bisa dirasakan manfaatnya bagi Masyarakat
melayu dan membantu pertubuhan ekonomi
seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Serta mempererat silaturrahmi
dalam membina kesatuan danpersatuan Ummat.
Tradisi
memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah
di Mesir pada abad ke-11 M. Pada masa itu, perayaan Maulid Nabi dilakukan
dengan tujuan memperingati kelahiran Rasulullah sekaligus mempererat persatuan
umat Islam. Namun, tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah dunia
Islam dan diadopsi oleh berbagai budaya Muslim di Asia, Afrika, dan Eropa.
Ketua Pengurusi Masyarakat Melayu Aceh di Hulu Langat Kajang yang tidak mau disebut Namanya mengatakan, kegiatan memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW menjadi momen yang baik untuk meningkatkan amalan sedekah dan berbagi dengan orang lain, khususnya kaum dhuafa.
Nabi
Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan peduli terhadap
fakir miskin. Oleh karena itu, sedekah dalam bentuk apapun sangat dianjurkan
sebagai bagian dari peringatan Maulid.
Maulid Nabi
adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ibadah kepada Allah. Selain
pembacaan salawat, dianjurkan pula memperbanyak membaca Al-Qur'an, melaksanakan
shalat sunnah, serta berdzikir. Amalan-amalan ini dilakukan sebagai bentuk
syukur atas kelahiran Nabi Muhammad, yang membawa cahaya Islam ke seluruh
dunia.
Ustazd Aiyub, selaku penasehat Masyarakat Melayu Aceh mengajak seluruh jamaah
yang hadir untuk mencontoh teladini baginda Nabi Muhammad SAW karena beliau
Adalah contoh yang baik, Uswatun Hasanah, momen perayaan Maulid Nabi dengan
alasan bahwa ia termasuk hasanah
(inovasi yang baik) karena bertujuan mengingat Rasulullah dan menyebarkan
ajaran-ajaran Islam secara damai. Selain itu, perayaan ini juga dimaksudkan
untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan keimanan serta memper erat
persaudaraan Pertumbuhan Melayu Aceh Hulu
langat Kajang Selangor. md



.jpeg)
.jpeg)

